Jenis kecerdasan

QUOTIEN

Giliran kita bahas quotient. Personaliti memakai satuan quotient dan bukan intellegence karena PG bukanlah kecerdasan. Jadi,kalau setiap PG diberi satuan quotient, akan didapat 9 quotient sebagai berikut:

o Si sebagai memory quotient (MI menyebut linguistic verbal intelligence),
o Se sebagai physical quotient (MI menyebut kinesthetic intelligence),
o Ti sebagai technical quotient (pada MI tidak ada),
o Te sebagai logical quotient (MI disebut logic-mathematic intelligence),
o Ii sebagai creativity quotient (pada MI tidak ada),
o Ie sebagai spacial quotient (MI menyebutnya visual-spacial intelligence),
o Fi sebagai emotional quotient (MI menyebut intrapersonal intelligence),
o Fe sebagai social quotient (MI menyebutnya interpersonal intelligence),
o In sebaai altruist quotient (MI menyebut spiritual intelligence).

Berarti pada MI ada 2 quotient yang tidak ada yaitu TQ (milik tipe Ti) dan CQ (milik tipe Ii), sebaliknya pada MI ada 2 tambahan intelligence yang lain yaitu musical intelligence dan natural intelligence.

Tapi kalau mau diperjelas, menurut STIFIn, musical intelligence serta natural intelligence bisa dimasukkan ke dalam spiritual intelligence yang dimilik tipe In. Jadi kesalahan MI, menurut STIFIn, bukan saja karena meletakkan kesembilan itu sebagai intelligence (kecerdasan) yang pada STIFIn hanya setaraf personaliti yang kedudukanya lebih rendah dari MK, juga karena timbangannya tidak setara; dua yang penting tidak ada TQ dan CQ, malah memunculkan musical intelligence dan natural intelligence yang seharusnya menjadi bagian dari In. Tetapi yang benar-benar membuat STIFIn lebih unggul dari MI terutama karena masing-masing intelligence dan quotient itu bisa ditunjukkan letak organ fisiknya, sedangkan MI tidak bisa.

Ciri Utama Kepribadian

Kita sampai pada ciri utama kepribadian mari kita kupas satu persatu

Yang berkaitan dengan uang

o Si, paling hemat karena dia tahu bahwa untuk mendapatkan satu sen, dia harus memeras keringat.
o Se, sebaliknya, pemboros. Mudah dimengerti karena motifnya mencari uang demi memperoleh kenikmatan dan juga untuk menjamu teman-temannya.
o Ti, memikirkan apa manfaat setiap pengeluaran.
o Te, mengakumulasikan uang karena menganggap uang sebagai barang berharga yang paling rasional untuk disimpan.
o Ii, mencari kepuasan karena harga kehidupannya terletak pada kepuasan merealisasikan idenya.
o Ie, progresif karena uang yang didapat merupakan modal untuk masa depan yang lebih baik.
o Fi, nge-bossi karena suka menyenangkan konstituen atau pengikutnya.
o Fe, instant karena panggilan sejatinya ingin selalu cari jalan yang mudah.
o In berciri martir karena panggilan jiwanya untuk mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan dirinya.

Yang berhubungan dengan kemistri

o Si, mengejar harta sesuai prinsip no pain no gain yang artinya kurang lebih tidak akan dapat laba tanpa kerja keras atau pengorbanan.
o Se, jika orang lain mengejar harta, tipe ini justru dikejar harta, tapi dengan syarat ia dermawan atau sering mentraktir orang sambil cari proyek.
o Ti, mencari tahta dengan membuktikan kepakarannya hingga orang yakin dengan kemampuannya.
o Te, tahta akan mencarinya karena memiliki kharisma kekuasaan terlebih jika ia menunjukkan kemampuan managerialnya.
o Ii, menerbangkan kata karena baginya ibarat ‘seni untuk seni’ tidak masalah orang lain tidak suka sepanjang ia puas dengan karya terbaiknya. Ia tidak peduli dengan kata orang lain mengenai karyanya.
o Ie, mendaratkan kata karena ide yang masih mengawangngawang berhasil digandeng dengan idenya sendiri menjadi karya yang berorientasi pasar.
o Fi, seperti cinta perempuan yang tunggal, ia menjaring cinta masuk dalam perangkapnya.
o Fe, si penebar cinta yang menebar cintanya ke sana-sani, sampai ada yang berbalas.
o In, selalu bahagia karena tidak mau berada dalam suasana ekstrem, suhu politik tinggi, lebih nyaman berada di suasana pertengahan yang penting bahagia

Yang berkaitan dengan peran

o Si, sebagai pemain karena senang turun tangan berkeringat mengeluarkan kemampuannya sendiri.
o Se, sebagai garda depan karena senang mejeng menampilkan kecantikannya atau dandanannya atau pesonanya.
o Ti, sebagai expert di bidangnya karena tertantang untuk menguasai masalah dan kemahiran hingga ke ujung;
o Te, menjadi chief karena lebih senang memiliki rentang kendali yang luas sebagai bukti kekuasaanya yang meluas;
o Ii, menjadi inisiator karena baginya yang sempurna itu adalah gagasannya sedang gagasan orang lain bukanlah yang terbaik;
o Ie, sebagai pembaharu karena kemampuannya menghasilkan jalan keluar yang lebih baik;
o Fi, tak diragukan lagi, dia sebagai leader karena jalan hidupnya memang lebih mudah baginya dengan menjadi pemimpin daripada dipimpin;
o Fe, menjadi pemilik bukan karena faktor penguasaan modal melainkan lebih kepada pertimbangan bahwa menjadi lebih sederhana jika yang mengurus hal-hal yang bikin ruwet didelegasikan kepada orang lain saja.
o In, sebagai partner karena nalurinya lebih menyukai menjadi ‘orang kedua’

Kelebihan masing-masing personality

o Si, oleh sebab dia terlatih dengan rincian, ia menjadi efisien.
o Se, menemukan momentum karena keberhasilannya menyenangkan orang.
o Ti, oleh karena terbiasa menghitung membuatnya efektif.
o Te, melipatgandakan (multiplying) karena handal dalam urusan fabrikasi atau optimatimalisasi.
o Ii, penciptaan (invention) didorong oleh keunikannya dalam berpikir yang aneh-aneh.
o Ie, pembaharu (innovation) disebabkan oleh kehandalannya mencari sesuatu yang baru meskipun tidak terlalu original sekali.
o Fi, ditunjang oleh pesona yang bagus, ia menjadi terkenal (popularitas).
o Fe, pembesaran atau pertumbuhan (magnifying) karena hobi membesarkan orang.
o In, memiliki radar paling panjang sehingga bisa menangkap sinyal-sinyal dari langit.

Berkaitan dengan tipologi fisik

o Si, memiliki tubuh yang atletis bongsor, cocok untuk jadi binaragawan.
o Se, atletis tapi mungil, sesuai untuk menjadi pesenam.
o Ti, piknis tebal cocok untuk menjadi petinju.
o Te, piknis namun tipis sehingga cocok untuk jadi pemain bola.
o Ii, astenis tebal cocok untuk menjadi pebasket.
o Ie, astenis tapi tipis, sesuai menjadi model.
o Fi, displastis besar cocok jadi badut atau jinnya Aladin.
o Fe, displastis tapi kecil, bisa jadi display picture saja.
o In, stenis datar, cocok memakai baju apa saja, karena bahunya rata.

Adapun harapan mereka adalah

o Si, imbal hasil (yielding) yang diperoleh dari kerja kerasnya yang bisa diibaratkan orang bercocok tanam.
o Se, menghasilkan (generating) karena kucuran keringatnya mesti terbayar.
o Ti, akurat (accuration) karena semakin akurat semakin dihargai.
o Te, kontrol (controlling) karena pengendalian menghasilkan kepastian.
o Ii, kreasi (creating) karena karyanya adalah nyawanya.
o Ie, memasang (assembling) karena idenya mesti dikawinkan dengan ide orang lain.
o Fi, terdepan (leading) karena selalu berpegang pada keyakinan yang dijalarkan kepada lingkungannya.
o Fe, mentor (coaching) karena lebih bangga menjadi kingmaker.
o In, berperan (contributing) karena menjadi obat bagi kehampaan hidupnya.

Berhubungan dengan cara belajar

o Si, merekam vocab layaknya kamus.
o Se, menandai bacaan supaya bisa diingat.
o Ti, hubungan sebab akibat alias kausalitas agar pemahamannya kuat.
o Te, struktur agar cara kerja otaknya terskema atau menguasai tapi dengan cara yang lebih ringan.
o Ii, menangkap konsep semua yang dipelajarinya.
o Ie, perlu konteks dalam ruang pembelajaran.
o Fi, mendengar karena ilmu masuk lewat telinga.
o Fe, berdiskusi karena telinganya saling berinteraksi dengan mulutnya.
o In, merangkum sebab ia selalu membuat kesimpulan.

Untuk masalah minat belajar

o Si, perlu teman belajar karena membutuhkan penantang.
o Se, diberi iming-iming yang menjadi daya tarik konkrit.
o Ti, perlu recognisi karena ia selalu mencari derajat pengakuan yang lebih tinggi.
o Te, kemenangan karena hidupnya berada dari satu kemenangan ke kemenangan yang lain;
o Ii, ditantang karena ia selalu merasa bisa berbuat lebih.
o Ie, jangan dibatasi, melainkan diberi ruang gerak.
o Fi, sentuh emosinya agar moodnya terjaga.
o Fe, beri pujian supaya ia berbunga-bunga.
o In, perlu dibimbing penuh ketelatenan tahap demi tahap tanpa kemarahan

Pilihan pertama dalam karir

o Si, keuangan oleh sebab dia rajin dan teliti.
o Se, ekonomi karena deterministik dan transaksional.
o Ti, ristek oleh karena punya ketajaman mikroskopik.
o Te, birokrat karena memiliki kemampuan prosedural dengan rentang kendali yang baik.
o Ii, cocok untuk periklanan sebab memiliki kreativitas murni untuk jadi penentu trend atau trendsetter;
o Ie, kemampuannya membaca situasi dari posisi mata elang atau ketinggian sehingga cocok untuk wirausaha.
o Fi, mahir berpidato jadi pas untuk jadi politisi.
o Fe, ketertarikannya pada bidang penggemblengan membuat dia cocok untuk jadi psikolog.
o In, musisi atau seniman karena multi talenta dalam bernyanyi, bermusik, mencipta lagu, dan performance.

Masalah arah merek

o Si, bermain dalam volume seperti Tung Dasem Waringin.
o Se, jaminan diri atau personalnya seperti Chaerul Tanjung.
o Ti, keahliannya atau expertise seperti Ciputra.
o Te, managerialship seperti Tanri Abeng.
o Ii, kualitas kerja seperti Sri Mulyani.
o Ie, mengejar marjin seperti Sukanto Tanoto.
o Fi, kepemimpinan seperti Ir. Soekarno.
o Fe, membangun tim dan organisasinya seperti Jakob Oetama.
o In, peranannya seperti Jusuf Kalla.

Klu keberhasilan

kata kunci atau intisari atau ciri khas diri seseorang yang perlu dijadikan rujukan utama dalam mengambil keputusan, terutama dalam menetapkan sekolah, profesi dan berbisnis.

o Si, mencari panggung supaya produktifitasnya terwadahi dengan jam terbang yang terus bertambah.
o Se, menemukan ladang supaya proyek musimannya menghasilkan profit.
o Ti, mencari tapak supaya tiang-tiang spesialisasi yang menjadi kepakarannya bisa ditancapkan.
o Te, berorganisasi supaya kemampuan managerialshipnya dapat dipraktikkan lebih eksis.
o Ii, mencari program supaya idenya bisa berkembang untuk inkubasi ciptaannya.
o Ie, berbisnis supaya asetnya bisa diputar sebagai latihan mencari marjin.
o Fi, mencari platform supaya memiliki pengikut dan memperkuat pengaruhnya.
o Fe, mencari kader supaya kompetensinya bisa diturunkan kepada calon king-king baru.
o In, berperan karena energinya tidak boleh terbuang mubazir ditelan waktu sekaligus memulti-taskingkan pengabdiannya.

Empat kata kunci

o Si, mengingat, otot, rajin, tergerak (pedagang merupakan contoh yang tepat karena memiliki ciri keempat-empatnya).
o Se, mengingat, otot, rajin, tercetak (aktor adalah contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya).
o Ti, menalar, tulang, mandiri, mendalam (perminyakan adalah contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya).
o Te, menalar, tulang, mandiri, meluas (profesi yang memiliki ciri keempat-empatnya adalah tentara).
o Ii, mengarang, perut panjang, perubahan, murni (sutradara adalah contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya).
o Ie, mengarang, perut panjang, perubahan, rakitan (contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya adalah pengusaha).
o Fi, merasakan, pernafasan, memimpin, memerlukan (profesi yang bisa contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya adalah politisi).
o Fe, merasakan, pernafasan, memimpin, diperlukan (profesi public speaker adalah contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya).
o In, merangkai, reflek, berkorban, otomatis (penggiat nirlaba adalah contoh yang memiliki ciri keempat-empatnya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + thirteen =